5 Cara Memilih Hosting Terbaik Untuk Pemula

by rokianjas

Hai Sobat RoQi! Isitlah Hosting dan domain adalah dua hal yang tidak dapat terpisahkan di dunia internet. Ketika sobat ingin membangun website yang akan diakses orang lain, tentu saja sobat butuh domain dan hosting. Domain adalah alamat sebuah website. Misalnya sobat mempunyai sebuah website webku.com atau tokoku.id.

cara memilih hosting terbaik untuk pemula

cara memilih hosting terbaik untuk pemula

Nah, nama tersebut adalah domain. Domain itulah yang akan menuntun para pengunjung sobat untuk menuju ke lokasi website. Nah, lokasi di mana website ditempatkan biasa disebut Hosting. Dari survey ternyata banyak orang merasa kebingungan dalam mencari dan memilih Hosting yang baik dan “pas” untuk websitenya. Tepatnya bagi pemula yang baru saja berkecimpung dalam dunia website. Tetapi sobat jangan khawatir, kali ini akan saya berikan cara memilih hosting terbaik sesuai dengan website sobat!

Jadi Bagaimana Cara Memilih Hosting Terbaik?

Untuk cara memilih Hosting Terbaik, bukan hanya tentang harga dan tentang disk space nya saja yang perlu sobat diperhatikan. Sobat juga harus menyesuaikan dengan website yang ingin sobat buat. Jadi begini, misal website apa yang ingin dibangun, berapa estimasi jumlah pengunjung per harinya, perlu akses SSH atau tidak, apakah perlu kecepatan tinggi atau tidak dan sebagainya. Hal tersebut akan sangat berpengaruh ketika anda memilih Hosting.

Bisa sobat bayangkan ketika sobat membuat sebuah website toko online yang akan diakses 1000 pengunjung tiap harinya. Pasti Hosting yang anda pilih juga harus bisa menampung sekiranya 1000 pengunjung, menggunakan Core CPU dan RAM yang cukup serta kapasitas kurang lebih 2 GB. Sobat tidak bisa memutuskan untuk memilih Hosting dengan kapasitas hanya 300 MB. Yang ada toko online sobat tidak akan maksimal dan mengalami overload atau resource limit. Hosting dapat dikatakan “pas” apabila sesuai dengan website yang ingin dibuat. Tidak lebih dan tidak kurang. Jadi untuk apa membeli Hosting yang paling murah tetapi tidak dapat dipakai secara maksimal?

Ketahui Istilah Dalam Hosting Sebelum Membeli!

Ketika sobat pengin beli hosting dengan harga yang murah, sobat harus memperhatikan terlebih dahulu tentang resource dalam web hosting. Istilah Resource ini tentu saja akan berpengaruh terhadap kinerja suatu website. Bagi sobat yang masih pemula, pasti merasa asing dengan istilah dalam hosting seperti CPU, SSD Disk Space, RAM, Bandwith, VMEM, PMEM dan lainya. Kami akan jelaskan satu-satu kok.

1. CPU

Central Processing Unit atau CPU adalah salah satu perangkat komputer yang melaksanakan instruksi dari perangkat lunak di komputer. Intinya, CPU ini yaitu otaknya komputer. Di dalam CPU terdapat processor(core) yang berguna untuk mengatur semua aktifitas yang ada pada komputer. Hosting adalah petak- petak (kavling) dari suatu server komputer. CPU inilah yang akan melakukan apa yang diinstruksikan oleh perangkat lunak. Dan perangkat lunak(software) yang dimaksud adalah website.

Jadi, ketika sobat melakukan “klik” tombol yang ada di website, CPU akan melakukan instruksi tersebut. Untuk itu, pemilihan Core pada CPU bisa dibilang sangat penting untuk diperhatikan. Menurut pengalaman saya, Hosting dengan Core 0,5 GHz – 1 GHz sudah lebih dari cukup untuk menampung website biasa. Tetapi untuk kebutuhan bisnis, saya sarankan untuk memilih Hosting dengan Core CPU standar 2 GHz supaya performanya maksimal.

2. RAM

Random Access Memory atau RAM adalah suatu memori untuk tempat penyimpanan data sementara. Jadi pada dasarnya, jika semakin besar RAM yang digunakan, maka Hosting menjadi lebih cepat dalam memproses permintaan website.

3. Disk Space SSD

Disk Space jenis SSD merupakan media penyimpanan dari Hosting itu sendiri. Sobat tahu Hardisk? Nah, hampir mirip seperti itu. Tetapi, hardisk tidak kurang bisa memberikan performa yang bagus untuk sebuah Hosting. Jadi penyedia layanan Hosting yang bagus, pasti akan menawarkan dan menggunakan SSD (Solid State Drive) sebagai media penyimpanannya.

4. Inodes

Inodes adalah jumlah file yang bisa ditampung di 1 akun hosting. Apabila inodes sudah penuh, maka tentu saja akan berpengaruh terhadap performa hosting. Dan tentunya sobat sudah tidak bisa menyimpan file baru lagi, karena jumlah sudah mencapai batas limit.

5. VMEM dan PMEM

VMEM yaitu Virtual Memory dan PMEM yaitu Physical MemoryVMEM(Virtual Memory) yakni memori virtual yang diambil dari SSD. PMEM yakni memori fisik yang ada di RAM. Dan biasanya ukuran RAM akan sama dengan PMEM. Jadi, intinya semakin besar PMEM / RAM yang digunakan Hosting sobat, maka proses website akan semakin cepat.

6. EP dan ENPROC

EP singkatan Entry ProcessesEntry Process ini berfungsi untuk mengatur banyak script web yang berjalan tiap waktu. Jagi gini, jika Hosting sobat memiliki 15 EP. Yang artinya, dalam satu waktu (millisecond) terdapat 15 pemrosesan script website. Untuk keperluan bisnis, saya sarankan untuk memilih spesifikasi Hosting dengan 25-40 EP. Sedangkan ENPROC yaitu Entry Number of Processes. ENPROC pada prinsipnya hampir sama dengan EP. Untuk ENPROC itu sendiri juga mengatur banyak script, database, aplikasi web server yang berjalan real time. Dan biasanya setiap akun Hosting mempunyai 100 ENPROC.

7. IO serta IOPS

IO singkatan Input Output. Dan IOPS adalah Input Output Per Second. IO dan IOPS ini akan sangat berpengaruh terhadap kecepatan Hosting. Untuk IO speed sangat berpengaruh terhadap kecepatan web, jika IOPS ini akan mengatur jumlah proses upload dan download dalam 1 detik.

8. Bandwidth

Bandwidth merupakan jumlah transfer data yang dihitung dalam satuan waktu bit per second (bps). Atau mempunyai arti lain, bandwidth adalah batasan maksimal jalur komunikasi untuk melaksanakan proses pengiriman dan juga penerimaan data dalam hitungan detik. Jadi koneksi internet dengan kapasitas bandwidth yang lebih besar mampu memindahkan sejumlah data (misalnya file video) jauh lebih cepat daripada koneksi internet dengan kapasitas bandwidth yang lebih rendah.

9. Memcached, Akses SSH, DNS Manager, FTP

Memcached yakni salah satu fitur yang mempunyai fungsi untuk mempercepat aplikasi web dinamis. Dengan adanya fitur ini, pekerjaan Hosting akan lebih ringan. Untuk sobat yang mempunyai website dengan tampilan yang cukup dinamis dan banyak fitur, saya sarankan untuk memilih Hosting yang memiliki fitur ini.

SSH adalah Secure Shell yang mempunyai fungsi untuk memperbolehkan sobat untuk melihat aktivitas server, memantau server, melihat direktori server, merestart server dan juga melihat job server. Jika Hosting anda mempunyai fitur ini, maka sobat bisa mengakses server sobat sendiri via konsol/ terminal.

DNS Manager yaitu suatu kontrol panel yang akan mempermudah sobat dalam urusan DNS Management. Sobat bisa dengan mudah mengatur dan juga mengelola DNS record dengan fitur DNS Manager. Yang terpenting, usahakan anda memilih Hosting yang memiliki DNS Manager agar pengelolaan DNS record tidak ribet.

Yang terakhir FTP (File Transfer Protocol) akan memudahkan sobat dalam urusan upload file website di Hosting. Intinya akan lebih baik jika sobat memilih Hosting yang dilengkapi dengan fitur FTP.

Tips & Cara Memilih Hosting Terbaik Untuk Pemula

Sebelum sobat membeli Hosting, pastikan sobat sudah mempersiapkan semuanya. Ini dia tips & cara memilih Hosting Terbaik :

  • Pertama, sesuaikan spesifikasi hosting dengan website yang sobat ingin buat. Jadi, jangan sampai sobat memilih Hosting dengan kapasitas 48 GB tapi hanya dipakai untuk website pribadi. Dan yang terpenting jangan sampai sobat membeli sebuah Hosting dengan kapasitas sedikit yang seharusnya untuk toko online yang cukup besar.
  • Kedua, pastikan sobat telah mempertimbangkan fitur SSH dan Memcached. Jadi, apakah website anda butuh fitur tersebut atau tidak. Ini akan bisa sobat pertimbangkan telebih dahulu.
  • Ketiga, pastikan sobat mempertimbangkan spesifikasi resource yang ada dalam Hosting seperti CPU, RAM, SSD Disk Space dan sebagainya. Jadi jangan sampai sobat tiba- tiba terkejut karena website error akibat terkena resource limit.
  • Keempat, poin keamanan juga penting! Pastikan sobat memilih Hosting dengan fitur dan memiliki fitur keamanan yang baik. Dan sobat wajib pastikan apakah hosting tersebut sudah dilengkapi dengan antivirus , antimalware, adanya backup secara berkala atau tidak. Jika memungkinkan, pilih layanan Hosting yang bisa menggunakan CDN CloudFlare, BitNinja, Patchman, Railgun maupun yang lainnya.
  • Kelima dan yang terakhir, intinya, selalu pilih Hosting dengan rincian yang sudah jelas, bila perlu sobat riset terlebih dahulu dengan bertanya ke CS tentang spesifikasi detailnya. Jangan mau sobat dibohongi oleh penyedia jasa layanan domain dan hosting. Pastikan sobat mengetahui spesifikasi Hosting yang ingin sobat beli.

Baca Juga : Inilah 6 Penyedia Hosting Terbaik & Murah di Indonesia

Kesimpulan

Hosting yakni satu hal yang sangat penting bagi website. Untuk itu, saya memberikan tips & cara memilih hosting agar anda bisa mengetahui hosting yang sesuai untuk website anda. Jadi, buat apa beli Hosting dengan harga yang mahal dan kapasitas banyak tetapi hanya dipakai untuk website pribadi? Dan buat apa beli Hosting dengan kapasitas sedikit dan harga yang murah tetapi ternyata tidak cocok dengan website yang anda buat? Maka dari itu, pastikan Hosting anda “sesuai” dengan website sobat.

You may also like

Leave a Comment